Saturday, 29 January 2011

Alter Ego

An exciting opportunity for me, if there's a media which facilitates me to reveal my alter ego.

Dalam sebuah proyekan menulis bersama teman di Appartemant, saya menciptakan seorang tokoh maya bernama Ateira Niskala. A sweet yet bold name for me. Nama yang pop up begitu saja ketika saya dan teman-teman sedang kebingungan membuat nama dari alter ego kami masing-masing. Untuk yang suka menulis, bukankah wajar jika alter ego divisualisasikan dalam sebuah cerita fiksi?

Ateira adalah sosok saya yang bitter dan sedikit sarkastik. Sisi saya yang hilang sejak merajut serpihan cerita bersama seorang Tuan Rusa. Cliche but true, saya merasa lebih ekspresif dalam menulis ketika berada dalam situasi yang tidak mengenakan. Sementara ketika sedang riang gembira, rasanya sudah cukup dinikmati sambil blushing-blushing sendiri. Maka di sanalah Ateira, menjadi jelmaan dari ketakutan-ketakutan saya menghadapi satu kata yang bernama "Pernikahan".

Saturday, 22 January 2011

hyperballad

we live on a mountain
right at the top
there's a beautiful view

from the top of the mountain


every morning i walk towards the edge
and throw little things off
like:
car-parts, bottles and cutlery

or whatever i find lying around



it's become a habit
a way

to start the day


i go through this
before you wake up
so i can feel happier

to be safe up here with you


Kiara Payung, 2010
Photo : Praga utama
Lirik lagu : BJORK


Friday, 31 December 2010

2010


“Maybe I'll keep my real resolutions in my heart. Only me and God will laugh if I fail pursue them in the end of 2011.”


That was I said in twitter this afternoon. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya lebih suka menulis apa saja yang saya alami di tahun yang telah dilewati. Semacam bersyukur dan mendokumentasikan waktu. Soal resolusi atau harapan? Biarlah saya dan Tuhan saja yang tahu. Agar kelak, di penghujung tahun, saya dapat berbagi senyum kemenangan atau kegetiran bersama-Nya.

So this is the things I could remember in 2010 :

  1. Tuan Rusa and I started 2010 by making video clips for "Cinta Itu Sengit", a song from Cholil ERK. Not the official video clip, we're just doing it for fun.
  2. Resign from previous job that less appropriate in the early years and now alhamdulillah just had three enjoyable jobs. Two as a journalist and other as a social media handler.
  3. Vertical relationship that seems satisfactory enough
  4. Anniversary and other pleasant romance with Tuan Rusa. Too many to tell. I am happy to keep it just for us :)
  5. Almost duped millions of Indonesian Rupiahs. Modus : accidents of family members. Errr I'm being somewhat paranoid for months.
  6. Bought myself gadgets with my own sweat.
  7. Being robbed. He took my mobile phone, wallet, identification cards, and favorite bag. Worst experiences in 2010 but got a lot of lessons. And also the prestigious title : S.Ikh (Sarjana Ikhlas). HAHA.
  8. Travel job to Thailand. Writing about cultural festival.
  9. Camera Obscura, Kings of Convenience, Jens Lekman, and Smashing Pumpkins Concert! Also interviewing Jens Lekman for this.
  10. Got a very cutie niece that I can tickle every time right in his tummy!
I fell in love with myself when i underwent 2010. Many achievements come beyond estimates. Oh hopefully next year could be deeper! Well, that’s what I remember. Since I was weak against the memory recall, please kindly allow me to add it at any time :)

So, what's yours?

2010 : It's so hard to let you go
2011 : I'm ready whenever something
really special might come

1/1/11 - 2:13

Saturday, 18 December 2010

Failure


Jadi, dengan berat hati dan sangat menyesal, saya mengaku gagal dalam misi #30harimenulis. Kenapa? Sudah 4 hari terlewati dengan postingan yang nihil. Huhu.

Saya rasa sebaiknya tidak perlu banyak beralasan, karena jatuhnya akan jadi pembenaran. Kecewa sih karena saya gagal tepat di setengah jalan. Pengen rasanya bikin surat dokter buat dapet dispensasi. Tapi ya sudahlah.

Setelah mengikuti misi ini, saya berteori. Bahwa menulis itu memang bisa terganggu oleh jadwal yang padat, tapi bukan oleh mood yang tersendat. Karena sebenarnya sangat bisa dipaksakan. Cari ide penulisan juga sebenernya mudah. Banyak yang bisa diangkat, baik dari kehidupan masa kini, masa lalu, atau masa depan.


Mari bijaksana menghadapi kegagalan. Intinya, selalu ada pembelajaran dari setiap hal yang dikerjakan. Semoga semangat menulis tidak hilang setelah misi ini gagal :p Terima kasih @maradilla telah memperkenalkan #30harimenulis dan membuat saya menorehkan sejarah. Menulis 14 hari berturut-turut!

Dengan berat hati, Dil... maafin saya belum berhasil :)
*lambai-lambai bendera putih*

Failure is always the best way to learn
Retracing your steps until you know
Have no fear your wounds will heal

(Failure - Kings of Convenience
)

Wednesday, 15 December 2010

#14 Vita Luna!

Well you need a blue sky holiday
The point is they laugh at what you say
And I don't need no carryin' on..
You had a bad day!

(Daniel Powter)

Pagi ini dimulai dengan jadwal liputan yang gagal. Kegagalan liputan berakhir dengan nonton Narnia. Bukan, saya bukan mau mereview filmnya. Baiklah, saya teruskan. Setelah menonton kemudian potong rambut, dan makan di salah satu tempat favorit dengan tema pembicaraan skripsi. Sampailah semangat saya meletup-letup. Ada keyakinan dan semangat buat bisa beresin secepatnya. Nice.


Lalu sampai rumah dan mendapat kabar yang dengan suksesnya mendistraksi.

Kenapa mudah sekali terdistraksi, ya? Menumbuhkan semangat itu susah, tapi mematahkannya terlalu mudah. Kadang niat yang susah-susah dibuat, rencana yang demikian apik diatur, harus berantakan gara-gara hal sepele yang harusnya disentil dikit doang bisa K.O. Haha.


Niat menghibur diri, twitter diharapkan jadi sarana eskapisme lagi. Bersiap dihibur. Namun ternyata masyarakat twitter juga butuh hal yang sama. Melepaskan kekesalan lewat 140 karakter dan membutuhkan teman yang bisa mengerti. Kawan yang terjebak macet parah saat bubaran kantor di ibu kota, yang sudah enek menghirup timbal setiap hari, teman lainnya yang masih magang ditinggal sendiri di kantor sementara pegawai lain pulang, lalu yang harus menghabiskan waktu 2 jam untuk bolak-balik Tebet-Sudirman saking penuhnya KRL, yang belum juga mendapat panggilan kerjaan sesuai yang diimpikan. Akh.


VITA LUNA!

Crazy Life!

Photo via (ache)

Monday, 13 December 2010

#13 Her December

You take a big leap, dear...

Fly away to Newcastle at the time you reach your new life. You left us for a while, but i do hope you reach those "happiness" forever.


One thing that i know for sure, no matter the snow becoming thickened in that wintry weather, You, over there, don't need any liquor to build a warmth in your body, don't you? Cause i can see you already have an odd warm feeling, united with the heartbeat that absorb thoroughly :">


This December is your favor, dear. This thirteen December truly yours.
Stay bold. Stay being a different color so i can easily recognize you. My gorgeous Kania!

Happy birthday, happy holiday, happy graduate, and happy with your new phase of life! :* :*

Terburu-buru,
keburu lewat tanggal 13 di GMT+7 :|

Sunday, 12 December 2010

#12 eskapisme

Apakah kita terlalu tua untuk bersenang-senang?

Tidak.


Maka biarlah saja. Izinkan aku menanggalkan semua kewajibanku dan meraup sejuta kebebasan tak bertanggungjawab. Biarkan aku pergi kemanapun tanpa dikejar segala tenggat waktu. Anggap saja bukan suatu masalah pelik ketika aku mematikan telfon genggam dan enggan mengecek surat eletronik.


Kemasi barangmu tak perlu lama. Hari ini aku ingin ke pantai! Terserah jika minggu depan kau mengajakku nikmati Yogyakarta yang berparade, atau kau paksa aku taklukan Tanjakan Setan di Gunung Gede. Tapi temaniku dulu berdiri di atas pasir, hirup aroma lembab berlatar suara ombak. Menunggu sunset. Melempar pandangan sampai terantuk awan berarak. Lakukan, lakukan apa pun yang kau mau! Kecuali satu hal....


Jangan sekali-kali ingatkan aku tentang skripsi. Pun kewajiban-kewajiban lain yang harus ku urusi. Mari berpura-pura menjadi seorang sarjana yang sedang menungu panggilan beasiswa. Kita punya banyak waktu! Kita jelajahi dulu negara ini sambil menunggu tawaran menarik berwisata ke Praha.


Ya, Praha! Berlarian nanti kita di Old Town City Hall sambil berpegangan tangan. Menunggu kita di dekat Prague Astronomical Clock. Tunggu ia berdentang hingga patung Apostles Yunani berputar bergantian.


(via ache)

Lekas! Kita harus bergegas!


Sebelum seseorang meniupkan dandelion dan membuat biji-bijinya buyar. Buyar seiring khayalanku yang terbang terburai. Sampai aku terbangun dan gelisah. Sampai sesuatu memacu detak jantung dan lainnya memberi perintah;


“Hari ini, hubungi ia di sini, kerjakan ini dan buat jadi begini, lalu cek email pagi ini. Oh dan jangan lupa, kakimu masih tersangkut juga di universitas itu.”


Hei!! Siapa suruh bangunkanku terlalu pagi?

#11 kandang tuan rusa

“I fear three newspapers than a thousand of bayonets.”
Napoleon Bonaparte

Tulisan itulah yang akan mengucapkan “Selamat datang” padamu, sebelum kau terus melangkah masuk ke "kandang"-nya. Tulisan itu ditulis di atas karton biru, dengan ornamen dasar kertas koran entah edisi kapan. Kemudian kau harus membalas sapaan dari tumpukan tinggi berbagai koran yang ditata rapi. Terlampau rapi. Lalu tengok juga tumpukan buku fiksi dan non fiksi, majalah Tempo, Playboy, Total Film dengan edisi lengkap, sampai zine yang ia buat sendiri. Pasti akan memancing tanganmu menelusur rak-rak buku dan memilihnya untuk menemanimu di ruangan itu. Mereka lah yang pertama kali menarik perhatianku. Yang menyita waktuku di kamarnya, sambil mendengarkan sesayup lagu dari music playernya.

Kecuali kau menyukai film, mungkin kau akan bertanya dimana ia letakan koleksi-koleksi filmnya. Tentu dengan senang hati ia akan tunjukan, mulai dari film umum, film langka, hingga koleksi film yang ia simpan di dasar tumpukan kotak sepatu di sudut ruangan. Kemudian kau juga boleh meminta ia memasang proyektor untuk ditembakan ke dinding kamarnya yang bercat marun.

Sementara kau sibuk memperhatikan dan membuat berantakan barang-barang di kamarnya, ia cukup mengamatimu sambil memangku gitar. Untuk hal ini, jangan kau usik. Biarkan ia memilih menyanyikan lagu yang ia suka.

Tuan Rusa. Sebutlah begitu. Dia senang bercerita dengan segala retorika. Menceritakan pengalamannya bertualang ke suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi, pun menceritakan petualangannya mencari makna pada suatu tulisan yang belum pernah aku baca. Ia tidak akan menunjukkan perhatiannya dengan memberi bunga yang dapat layu dalam beberapa malam.

He loves to surprise you by coming down and bring something you need the most.

Lesson from me; don’t ask what he was carrying. Let it remain as a surprise.

Thursday, 9 December 2010

#10 Licentia Poetica

Kenalkan, ia adalah Licentia Poetica.
Padanya kami berlindung, dari segala aturan tata bahasa.

Jika wartawan butuh atribut kartu pers untuk mendapat keistimewaan, para sastrawan cukup mengenal istilah ini saja. Aku perkenalkan kau padanya, untuk membebaskanmu dari aturan yang kadang membelenggu.
***

Licentia Poetica


Saya mengenalnya ketika membaca blog milik tuan rusa beberapa tahun lalu. Sebelumnya, selalu ada rasa gemas ketika saya sedang menulis blog dan harus menempatkan tanda baca sesuai kaidah tata bahasa. Padahal untuk menyusun rima dan intonasi, kadang dibutuhkan penggunaan tanda baca di luar pakem EYD untuk mencapai penggambaran yang diinginkan.

Kemudian datanglah ia, sang Licentia Poetica, yang membenarkan pelanggaran-pelanggaran aturan dalam penulisan sastra. Ia datang menjadi pembela atas kemerduan bunyi, keselarasan sajak, dan keseimbangan irama yang dapat menciptakan suatu fatamorgana.

Licentia Poetica hadir dalam bentuk artistic license, yang memberikan perlindungan pada para sastrawan untuk menerjang kaidah tata bahasa demi mendapatkan efek yang diinginkan. Gunakan saja kata “dan”, “tapi”, atau “yang” di awal kalimat. Tidak ada yang akan mengurangi nilaimu jika kata-kata tersebut disimpan setelah titik. Atau gunakan saja koma sebanyak-banyanya, pada setiap akhir kata, untuk menyampaikan pesan yang kau inginkan. Bagian terpenting adalah “rasa” yang diciptakan akan sampai.

Tapi tentu, bukan berarti bisa merusak gaya penulisan yang hakiki. Berlindung di bawah lisensi artistik ini beda cerita dengan berkubang dalam kenyamanan dan menutup mata dari EYD. Licentia Poetica bukan murni pembenaran untukmu mengobrak-abrik sistem penulisan yang sahih.

Maka berdansalah dengan padanan kata yang kau buat. Selami dan buat orang terpikat.

***

*PS : Silakan klik link ke blognya Tuan Rusa di atas, untuk dibuat terlena dalam sepucuk surat cinta tentang Licentia Poetica.

#9 the FABLE that FAILS

Saya ingat kemurungan saya ketika Arthur, kelinci kesekian yang saya pelihara, mati tanpa sebab. Mungkin ada sih sebabnya, tapi sesayang apapun saya sama kelinci, ternyata gak lantas bikin saya jadi ahli bahasa binatang. Haha.

Sejak dia mati, saya dilarang memelihara kelinci lagi. Karena track record saya sebagai penyayang binatang ternyata tidak begitu bagus di mata ibu. Pergilah Arthur menyusul Brenda, Franda, Anggodo, Jim, dan Lennon yang sudah meninggalkan saya duluan ke langit entah lapis berapa.
Di tengah kemurungan saya yang merasa begitu jahat pada kelinci-kelinci, seorang pendongeng datang (dengan niat) menghibur.

(via ache)

Kelak, ketika kau sedang dirapatkan untuk masuk ke surga atau neraka, kelinci-kelinci itu akan memberikan kau jalan yang lain. Anggodo, si ketua geng kelinci, akan bilang, “Tuhan memberi kami surga yang penuh wortel dan daun kangkung bernama gang kelinci. Tinggalah bersama kami!” Disusul ucapan Brenda si bungsu sekaligus anak bawang, “Iya, Ann. Biarkan kami membalas kebaikanmu di dunia!” Lalu kamu menjadi ratu dari geng kelinci. Disuplai semua makanan yang kau pinta.

“Makanan? Setelah kehidupan ini aku akan menghabiskan waktuku dengan tinggal bersama kelinci-kelinci dan makanan? Terus kamu dimana?" tanyaku, memotong tak terima.

“Sabar dong, belum selesai nih ceritanya! Hehe. Lalu kamu tanya kelinci-kelinci itu. Si lelaki itu dimana?”

Setelah para kelinci meretweet pesanmu, akhirnya mereka menemukan di surga mana aku berada.
Jim yang punya bakat jadi intel menjelaskan padamu, “karena semasa hidupnya lelaki itu sering memuliakan gadis-gadis Uzbek aduhai seperti kau memuliakan kami, maka diberikanlah surga yang tepat untuk mengganjar kebaikannya.” Ucapnya, sambil nyengir.

:| :| :| :| :| FAIL, story boy, fail!

***

Hahahaha! He indeed could be anything :p *geleng-geleng kepala*


benar-benar disarikan dari

omongan tuang rusa the story boy :|
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...